Sebelumnya, Ilmu Tafakur diajarkan oleh Tuan Guru Kyai Ibnu Mas’ud kepada beberapa orang murid saja secara terbatas, seiring waktu kemudian beberapa murid dari beliau kini diberi tugas untuk menyampaikan Ilmu Tafakur yang merupakan Ilmu Pengantar/ Pembuka Hati dalam mempelajari rahasia kehidupan, sejauh ini belum pernah ada yang membuka ilmu tentang rahasia kehidupan secara utuh disertai tatacara pengaplikasiannya pada kehidupan sehari – hari.
Dimulai pada Tahun 2019 mengikuti petunjuk dari Pembimbing , Bapak Herry Suprastowo bersama murid – muridnya pindah ke Tamansari, Ds. Sukajadi, Kp. Sinar Wangi, Kabupaten Bogor. Selama dua tahun beliau mendirikan dan membangun Yayasan Rumah Tafakur Indonesia, kemudian pada tahun 2021 akhir Sekolah Tafakur telah resmi berdiri. Untuk Pondok Tafakur sendiri didirikan di Kp. Tegal langkap, Ds. Gunung Malang, Kab. Bogor yang dipimpin oleh Bapak Herry Suprastowo.
Di Sekolah Tafakur, peserta – peserta diajarkan cara untuk mengolah nafas secara alamiah, bernafas seringan mungkin, tarik dan keluarkan nafas, sambil pikiran berfokus pada kalimat “Subhanallah” hawa suci dan bersih masuk ke dalam hati selama waktu yang sudah ditentukan.
Selanjutnya peserta akan dilatih secara bertahap, awalnya 5 menit dan diulang beberapa kali sampai mencapai waktu yang lebih lama hingga terasa benar – benar ringan.
Metode yang diajarkan ini bukanlah sebuah monopoli tertentu sehingga dapat dipelajari oleh seluruh umat Islam dari berbagai mazhab, golongan maupun aliran karena setelah mempelajarinya.
Adalah setiap yang telah menguasai Ilmu Tafakur ini membawa untuk kepentingan pribadi, perguruan maupun golongan dan dapat mengajarkan kepada siapapun yang dikehendakinya. Tidak terlibat perihal aturan-hak-kewajiban Pondok karena tidak ada ikatan guru – murid.
Adalah setiap yang telah menguasai Ilmu Tafakur dan berkeinginan kuat melanjutkan pendidikannya, tidak dalam keadaan terpengaruh apapun secara sadar mengikat hubungan guru-murid di Pondok Tafakur.
Awal belajar sejak tahun 2007 di mulai dari KH. M. Natalisa Syarif kemudian Syaikh Abdul Malik Al Huda dan terakhir belajar di Kyai H. Mahardio yang belajar, dan satu – satunya murid yang sampai saat ini dan melanjutkan keilmuan tentang Tafakur , sampai mendirikan Yayasasn Rumah Tafakur Indonesia (SEKOLAH TAFAKUR).





