Tafakur adalah suatu perenungan dengan melihat, menganalisa, meyakini secara pasti untuk mendapat keyakinan terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan Allah SWT.
Istilah atau kata Tafakur dalam agama Islam secara sederhana berarti berpikir, dalam dunia kesehatan atau spiritual disebut sebagai meditasi.
Tafakur yang diajarkan oleh Sekolah Tafakur adalah yang diajarkan oleh Tuan Guru Kyai Ibnu Mas'ud atau lebih dikenal dengan “Abah Didi”, dengan cara menarik dan mengeluarkan nafas disertai kalimat “Subhanallah” hawa suci dan bersih dilakukan minimal lima menit sehari – semalam secara rutin, akan bermanfaat untuk mengingat Allah mulai dari sel terkecil, organ tubuh, anggota tubuh hingga seluruh tubuh, lahir batin, selamat dunia dan akhirat yang kekal abadi.
Metode pelatihan Tafakur ini adalah untuk mengingat Allah dan mengingat Akhirat , untuk memperoleh KETENANGAN, KESABARAN & KETENTRAMAN dengan cara “duduk diam tidak bergerak dan bernafas secara alami sambil melafadzkan kalimat “Subhanallah” hawa suci dan bersih dalam hati.
Tafakur ini menggunakan metode yang sederhana, praktis dan sistematis , bisa dipraktekan dan di buktikan keberhasilannya.
Di dalam lingkungan agama Islam, sudah sejak zaman Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam ada yang meneliti, mencoba, dan mempelajari misteri pernafasan manusia, dan dilanjutkan turun temurun sampai hari kiamat, tetapi hasil yang didapat tidak pernah dipublikasikan, tetap tersembunyi menjadi rahasia perguruan ataupun golongan.
Perlu diketahui bahwa agama Islam memiliki tata cara/ metode meditasi yang sudah lama dipraktikan serta diamalkan yakni Ilmu Tafakur dan lazim dilakukan oleh para guru sejak berabad – abad lalu sebagai sebuah kegiatan spiritual. Yang dimaksudkan disini adalah suatu kegiatan olah fisik-mental melibatkan tehnik pernafasan serta konsentrasi hati-pikiran. Jika dilakukan dengan teratur secara terus menerus, maka akan menyebabkan kondisi tubuh, pikiran, emosi yang mampu mencapai titik kendali terbaik.
Metode ini hanya bermanfaat bagi manusia-umat islam terutama yang telah menyadari dirinya memiliki Tuhan sehingga dapat ditekankan bahwa manusia-umat islam tersebut perlu bertafakur untuk mengenal dan dikenal, mengingat dan diingat oleh Tuhannya, yaitu Allah Subhanahu Wa Taala.
“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, HANYA dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
Sebenarnya inti dari mempelajari meditasi adalah melatih dan meningkatkan daya konsentrasi untuk mendapatkan suatu ketenangan dan ketentraman yang dipergunakan pada berbagai kepentingan.
Namun sungguh ironis mengingat banyaknya penganut agama Islam yang mempelajari meditasi dengan pola, aturan, tata cara yang harus dijalankan dan dipraktekkan tidak ada sedikitpun menyinggung ajaran Islam.
Dalam Islam, konsep meditasi sudah lama dikenal tetapi berbeda pengertian dengan meditasi umum yang lebih populer yakni TAFAKUR.
Tafakur sendiri bermakna sebagai suatu perenungan dengan melihat, menganalisa, meyakini secara pasti untuk mendapat KEYAKINAN terhadap segala sesuatunya selalu berhubungan dengan Allah.
“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, HANYA dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
“meditasi yang diperbolehkan dalam agama Islam adalah bertafakur” yaitu perolehan tenang dan tentram dengan cara meyakini segala sesuatunya selalu berhubungan dengan Allah”.